Minggu, 22 Desember 2013

Analisis Laporan Keuangan (Melalui Prosedur audit)

07.24

Tidak satupun perusahaan yang tidak mempunyai Laporan keuangan. Baik itu perusahaan kecil / besar ataupun perusahaan jasa / barang, setiap perusahaan pasti mempunyai apa itu yang namanya laporan keuangan. Secara tidak langsung Laporan keuangan berisi mengenai informasi sebuah perusahaan. Dengan hanya melihat informasi di Laporan keuangan kita bisa tahu mengenai kondisi, kinerja, dls dari sebuah perusahaan. Nahhhh, masalahnya disini kita bisa atau tidak dalam analisa laporan keuangan. Apalagi kalau kita ini akuntan, kita tidak hanya bisa membuat tapi kita juga harus bisa menilai atau menganlisa Laporan keuangan. Ok, pada kesempatan ini saya akan coba untuk memberitahu cara kita dalam menilai laporan keuangan melalui prosedur analitis. Prosedur analitis merupakan cara menganilisis secara umum atau cepat mengenai laporan keuangan. Sebelumnya saya mendapatkan ilmu ini dari hasil pembelajaran perkuliahan dan saya mencoba untuk menuliskannya di blog ini. berikut penjelasannya: Analisis atau menilai Laporan keuangan Perusahaan. 1. Rasio-rasio keuangan secara umum banyak orang menggunakan cara ini dalam menilai atau menganalisis Laporan keuangan. ada banyak rasio-rasio dalam keuangan. misal Rasio likuiditas lancar = total aset lancar/total liabilitas lancar Rasio Solvabilitas = Total liabilitas/total aset Rasio Profitabilitas yang bisa dihitung dari ROA dan ROE ROA= laba bersih/ total aset ROE= laba bersih/ total ekuitas dan banyak lagi perhitungan rasio yang lainnya yang dapat anda baca diBuku Manajemen Keuangan ataupun denganmeng searching di google. dengan menggunakan rasio kita dapat melihat kemampuan dari perusahaan misal kemampuan membayar utang dengan melihat Rasio Liabilitas dan solvabilitas. dls. 2. Common Size common size itu membandingkan semua angka dengan satu angka. pada umumnya dineraca itu pembangdingnya adalah total aset, sedangkan di laba rugi pembanding itu adalah penjualan atau pendapatan. jadi caranya adalah dengan membandingkan nilai akun2 yang ada diaset dengan total aset. begitu juga di Laba rugi yaitu dengan cara mebandingkan akun2 yang ada dilaba rugi dengan pendapatan atau penjualan. yang mana hasil pembandingan tadi dibandingkan dengan laporan keuangan tahun lalu 3. Increase dan decrease. yaitu dengan cara melihat kenaikan atau penurunan dari sebuah akun di laporan keuangan. misalnya dengan cara: (penjualan tahun ini - penjualan tahun lalu) / penjualan tahun lalu x 100% dan bisa dilakukan perhitungan di akun yang lainnya. dengan melihat icrease decrease kita dapat tahu mengenai penurunan atau kenaikan pada sebuah akun. dan lain sebagainya banyak cara dalam kita menilai atau meng analisis L/K. tentunya perhitungan-perhitungan tersebut dibandingkan dengan tahun lalu dan juga dibandingkan dengan standar atau rata-rata industri atau perusahaan. dengan membandingkannya kita dapat mengetahui kondisi atau kinerja perusahaan itu berada dibawah atau dirata-rata atau bahkan diatas dari perusahaan lain yang sejenis. Ada cara lain selain yang diatas. cara ini agak sedikit mendalem yaitu dengan cara pendekatan balanced atau profit and loss. Pendekatan balanced dengan cara melihat neraca tahun ini dan tahun lalu. apabila pencatatan neraca tahun ini dan tahun lalu benar maka selisinya atar neraca itu benar, tidak lain selisihnya adalah profit and loss, sedangkan pendekatan profit and loss dengan cara melihat neraca tahun lalu dan laba rugi tahun sekarang. apabila neraca tahun lalu dan laba ruginya benar maka neraca tahun sekarang benar. Seperti itulah yang bisa saya tulis. bila ada salah atau yang lainnya saya minta maaf dan harap maklum.

Written by

We are Creative Blogger Theme Wavers which provides user friendly, effective and easy to use themes. Each support has free and providing HD support screen casting.

1 comments:

  1. lanjutkan gan... kunjungi balik http://bluesky-belalangtempur.blogspot.com/

    BalasHapus

 

© 2013 Zulijaz. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top