Kamis, 28 November 2013
Kecenderungan Entitas
07.45
Secara sederhana kita dapat mengetahui suatu kondisi perusahaan atau entitas hanya sekedar dengan melihat Laporan kauangan. Di dalam Laporan Keuangan berisi mengenai hal-hal informasi yang terkait dengan perusahaan misal: kekayaan perusahaan yang bisa dilihat dari Neraca, proses bisnis (penjualan produk) yang bisa dilihat di Laporan Laba Rugi, dan lain sebagainya. Secara tidak langsung menurut saya laporan Keuangan itu pendeskripsian dari sebuah entitas yang di jelaskan dalam bentuk angka-angka yang mana angka-angka yang ada mempunyai arti tersendiri dalam sebuah entitas.
Nah, yang jadi masalah sekarang apakah hasil Laporan Keuangan yang dibuat entitas sesuai dengan keadaan asli entitas atau hasil dari manipulasi yang dibuat sengaja oleh entitas agar Laporan Keuangan terlihat baik. Untuk mengecek atau memverifikasi hasil dari laporan keuangan dibutuhkan lah "auditor" untuk memeriksa apakah laporan Keuangan yang dibuat entitas bebas dari salah saji material dan sudah sesuai dengan PABU yang hasilnya berupa opini audit terhadap laporan keuangan.
Ok, langsung ke topik mengenai Kecenderungan Entitas yang berkaitan dengan Laporan Keuangan.
kecenderungan perusahaan berkaitan dengan Laporan keuangan
adalah:
OVERSTATEMENT, dan
UNDERSTATEMENT.
Apa itu overstatement dan understatement?. Overstatement dan understatement merupakan bagian dari Fraudulent Statement, yang mana Fraudulent statement ini merupakan salah satu dari 3 jenis fraud menurut ACFE.
Fraudulent Statement merupakan fraud yang berkaitan dengan laporan keuangan yang mana laporan keuangan tersebut tidak dibuat seperti apa yang seharusnya. Biasanya fraud jenis ini dilakukan oleh pihak management tingkat atas yang bertujuan untuk menarik pihak eksternal khususnya investor untuk tertarik menanamkan modalnya di entitas tersebut.
Fraudulent statemen terdiri dari dua, yaitu
Overstatement itu kecenderungan entitas melebih-lebihkan asset, dalam hal ini entitas lebih menonjolkan aset dengan memperbesar atau melebih-lebihkan jumlah aset didalam laporan keuangan agar supaya aset yang dimiliki terlihat sangat bagus.
Contoh menurut saya hal-hal yang dilakukan dientitas agar asset di Laporan keuangan terlihat bagus adalah secara extreem entitas melakukan manipulasi terhadap aset (jumlah aset sebenarnya tidak sesuai dengan jumlah aset di laporan keuangan) atau dengan cara melakukan penjualan-penjualan fiktif yang secara tidak langsung akan mempengaruhi naiknya jumlah piutang pada aset di laporan keuangan, dan lain sebagainya.
Sedangkan Understatement itu kecenderungan entitas mengurang-ngurangi kwajiban atau liabilities, dalam hal ini entitas lebih cenderung memperkecil atau mengurang-ngurangi jumlah kwajiban atau liabilities didalam laporan keuangan agar supaya jumlah utang yang dimiliki entitas terlihat sedikit.
Contoh menurut saya hal-hal yang dilakukan dientitas agar kwajiban di laporan keuangan terlihat kecil adalah secara extreem entitas melakukan manipulasi terhadap kwajiban atau liabilitas (jumlah kwajiban sebenarnya tidak sesuai dengan jumlah kwajiban di laporan keuangan), atau dengan cara memainkan cut off dengan mengakui utang di tahun depan padahal sesungguhnya utang tadi harusnya di akui ditahun ini, dan lain sebagainya.
Seperti itulah penjelasan yang bisa saya sampaikan mengenai kecenderungan entitas berkaitan dengan laporan keuangan. Jika ada salah tulis atau isi kulo nggeh nyuwun agunging pangapunten. Suwun
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Sangat bermanfaat. Syukron
BalasHapus