Jumat, 13 Desember 2013
Sinyal Indikator Adanya Fraud diPerusahaan
08.24
Fraud apa itu fraud?. bagi kalangan ekonom, akuntan, dll kata fraud merupakan hal yang tak asing didengar lagi. Ok, untuk mengingatkan kembali,fraud menurut IAI adalah setiap tindakan ilegal ditandai dengan penipuan, penyembunyian, atau pelanggaran kepercayaan. Sedangkan menurut ACFE fraud merupakan penggunaan pekerjaan seseorang untuk peng-kayakan pribadi melalui penyalahgunaan yang disengaja atau penyalah gunaan sumber daya organisasi atau aset. Fraud mencakup berbagai kesalahan dari karyawan, manajer, bahkan sampae eksekutif melalui penipuan kerja. Fraud sangat bersifat merugikan bagi Perusahaan.
Ok, untuk mengetahui sinyal ada tidaknya kecurangan (fraud) bisa dikaitkan dengan red flags. karena red flags itu bekaitan dengan sinyal adanya kecurangan (fraud) yang dilakukan disebuah perusahaan.
Berikut ini adalah beberapa indikator adanya kecurangan di sebuah perusahaan.
Indikator Sinyal-sinyal Adanya Fraud di Perusahaan
ada beberapa indikator yang dikategorikan dalam red flags, yaitu meliputi:
1. Manajemen mengesampingkan kontrol
Pihak manajemen yang ada diperusahaan telah mengesampingkan kontrol. jadi, kontrol perusahaan yang dibuat dalam bentuk SPI, SOP, aturan2, dll itu ada tapi tidak dilaksakan secara sepenuhnya. sehingga akibatnya risiko adanya kebocoran atau kecurangan sangat tinggi di perusahaan.
2. Kegagalan untuk menerima tanggung jawab
Didalam manajemen perusahaan setiap staf atau pekerja mempunyai tanggung jawab masing-masing dengan tugas pekerjaanya. kegagalan dalam menjalankan tugasnya membuat pegawai gagal dalam menerima tangung jawab yang telah diberikan. kegagalan ini tidak semata-mata bukan gagal dalam menjalankan tugasnya, tapi bisa juga gagal dalam melaksanakan amanat sesungguhnya dari perusahaan.
3. Gaya manajemen yang berlebihan
Gaya manajemen ini bisa gaya dari personal manajemen dan bisa juga gaya manajemen dalam menjalankan perusahaan. kalau dari sisi gaya personal bisa dilihat dari gaya hidup dan stylenya sehari-hari, apakah ada perubahan signifikan pada gaya hidup atau yang lainnya. sedangkan kalu dari sisi manajemennya sendiri bisa dilihat dari manajemen dalam menjalankan perusahaan, mengambil keputusan, atau yang lainya yang mana itu ada keanehan atau kejanggalan manajemen dalam menjalankan tugasnya.
4. Manfaat atau keuntungan yang berlebihan
kita juga harus mencurigai jika disebuah perusahaan mempunyai keuntungan yang berlebihan atau luar biasa. karena itu kemungkinan besar perusahaan melakukan overstatement ataupun understatement didalam laporan keuangan.
5. Hubungan kerja yang dekat
kecurangan dapat mudah diungkap jika itu dilakukan sendiri, akan tetapi lebih sulit diungkap jika kecurangan itu dilakukan oleh 2 atau lebih orang yang saling kerjasama untuk itu. oleh karea itu kita harus mencurigai ketika ada hubungan antar pegawai atau partner yang tidak biasa.
6. Kekuasaan atau akses yang tidak biasa
kekuasaan atau akses yang luar biasa yang dimiliki oleh salah satu pihak yang ada di manajemen membuat dia mempunyai wewenang atau hak yang orang lainnya tidak punya. dan jika itu terjadi disebuah perusahaan maka risikonya orang yang mempunyai kekuasaan yang luar biasa tadi bisa-bisa menyalahgunakan kekukasaannya untuk kepentingan pribadi dan menggunakan kekuasaan atau akses yang tidak biasa untuk bertindak curang di dalam sebuah perusahaan.
Jadi, itulah beberapa indikator yang dikategorikan kedalam red flags menurut Sofyan 2005. akan tetapi mengenai penjelasanya berasal dari logika penjalasan saya sendiri dari melihat indikator2 tersebut. apabila ada kekeliruan atau kesalahan dalam menjelaskannya saya minta maaf dan harap maklum, karena disini posisi kita sama-sama belajar.
Terima Kasih.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 comments:
Posting Komentar